DHCP Client


Sekarang kita masuk ke pembahasan DHCP Client. Jadi nantinya kita akan meminta IP, DNS, Gateway secara otomatis dari DHCP Server (ISP). Jika kalian menerapkan DHCP Client, maka nantinya kalian tidak dapat melakukan konfigurasi IP Address ether1 secara manual. Dan nantinya ether1 menggunakan IP Address, DNS, Gateway dari DHCP Server

Untuk langkah konfigurasi nya adalah sebagai berikut :

Disini kita akan meminta DHCP dari ISP (DHCP Server), berarti interface nya kita pilih yang menyambung dengan koneksi internet, yaitu wlan1 . Perintah Text (CLI) nya adalah sebagai berikut :

[admin@MikroTik] > ip dhcp-client add interface=ether1 disabled=no

setelah itu kita cek menggunakan ip dhcp-client print . Jika berhasil, maka status nya adalah bound.

[admin@MikroTik] > ip dhcp-client print
Flags: X - disabled, I - invalid
# INTERFACE  USE-PEER-DNS   ADD-DEFAULT-ROUTE   STATUS   ADDRESS
0 ether1     yes            yes                 bound    11.11.11.254/24

Setelah itu, kita cek apakah sudah mendapatkan IP, DNS, Gateway dari ISP. Perintah text nya adalah sebagai berikut :

[admin@MikroTik] > ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
#   ADDRESS          NETWORK     INTERFACE
0 D 11.11.11.254/24  11.11.11.0  ether1
[admin@MikroTik] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme, B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
#      DST-ADDRESS    PREF-SRC      GATEWAY      DISTANCE
0 ADS  0.0.0.0/0                    11.11.11.1   1
1 ADC  11.11.11.0/24  11.11.11.254  ether1       0
[admin@MikroTik] > ip dns print
                servers:
        dynamic-servers: 8.8.8.8
  allow-remote-requests: no
    max-udp-packet-size: 4096
             cache-size: 2048KiB
          cache-max-ttl: 1w
             cache-used: 8KiB

Seperti kita lihat diatas, maka ether1 akan mendapatkan IP, DNS, Gateway Dinamik (D) dari ISP. Gateway ADS yang berarti Active Dynamic Static

Post a Comment