Switching adalah proses meneruskan frame ke tujuan berdasarkan destination MAC address, inilah yang dilakukan oleh switch. Switch terdapat di devices layer 2 lapisan OSI, fungsi dari switch ialah memisahkan collision domain tapi tidak memisahkan broadcast domain. Switch mempunyai standar tersendiri seperti wireless, standarisasi dari switch ialah IEEE802.3, dan terdapat kelemahannya yaitu pada transfer data, dan sharing media karena dapat terjadi perbenturan data saat sharing bersamaan.
Switch ini digunakan untuk membagi persediaan IP dan devices. switch sama dengan Bridge tapi switch adalah transformasi dari bridge yang mana dilengkapi dengan kelebihan yang lebih salah satunya dilengkapi dengan port yang lebih banyak, dan switch bekerja pada layer 2.
Beberapa contoh perintah pada switch cisco
Enter global configuration mode.
Switch# configure terminal
Configure a name for the device.
Switch(config)# hostname S1
Enter the interface configuration mode for the VLAN 123 interface
S1(config)# vlan 100 name LabTeknik
Configure the interface IP address.
S1(config-if)# ip address 172.17.99.11 255.255.255.0
Enable the interface.
S1(config-if)# no shutdown
Return to global configuration mode.
S1(config-if)# exit
S1(config)
Enter the interface to assign the VLAN.
S1(config)# interface eth0/1
Define the VLAN membership mode for the port.
S1(config-if)# switchport mode access
Assign the port to a VLAN.
S1(config-if)# switchport access vlan 100
Konsep Dasar
Switch memiliki 5 mode:
Setup Mode (Switch masuk setup mode jika NVRAM kosong alias tidak memiliki konfigurasi. Biasanya kondisi ini terjadi ketika kita mengaktifkan switch baru atau setelah melakukan reset.
User Mode
- Hanya terdapat beberapa command untuk monitoring
- Command show terbatas, ping dan trace route.
- Dimulai dengan : switch>
Privileged Mode
- Terdapat beberapa command monitoring dan troubleshooting
- Terdapat semua command show, ping, trace, copy, erase
- Ditandai dengan: switch#
Global Configure Mode
- Untuk mensetting keseluruhan switch misalnya hostname, konfigurasi switch
- Ditandai dengan: switch(config).
Teknologi Switch dan Konsep VLAN
Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan teknologi dari switch yang digunakan untuk meningkatkan kinerja jaringan dengan memisahkan broadcast jaringan besar menjadi lebih kecil. VLAN menyediakan cara untuk menggabungkan satu buah VLAN agar dapat terkoneksi dengan beberapa VLAN. Standarisasi untuk VLAN ialah IEEE 802.1Q adalah trunking protocol yang direkomendasikan untuk penggunaan metode VLAN.
Dalam jaringan yang besar dimana terdapat beberapa switch, VLAN Trunking Protocol (VTP) dapat menyediakan cara untuk memperbarui switch dengan VLAN baru ataupun dirubah.
Konsep VLAN
Tipe Link/Port
Access Port
- Hanya mampu memuat satu VLAN
- Digunakan oleh end-device
- Tidak aware dengan VLAN membership, hanya sebagai member broadcast domain tertentu
- Tidak memiliki pemahaman tentang jaringan fisik
- Switch akan menghapus informasi VLAN dari frame sebelum dikirimkan ke access link
Trunk Port
- Dapat melakukan carrier multiple VLAN
- Digunakan oleh point-to-point antara dua switch, antara switch dan router, atau antara switch dan server
- Mampu memuat trafik multiple VLAN dari VLAN 1 sampai 1005 pada satu waktu
Frame Tagging
Single VLAN bisa di span untuk multiple switch
- Untuk memastikan komunikasi antar member VLAN yang sama di switch yang berbeda membutuhkan metode frame tagging di trunk link
- Tag ditambahkan sebelum frame dikirimkan dan diremove saat diterima disisi trunk link
- Frame tagging hanya terjadi di trunk link
- VLAN ID digunakan oleh switch untuk mengetahui semua frame melalui trunk link
- Dua trunking protocol yang bertanggung jawab untuk proses frame tagging :
- Inter-Switch Link (ISL)
- IEEE 802.1Q
ISL
- Cisco proprietary
- Bekerja di Ethernet, Token Ring, FDDI
- Menambahkan 30 byte tagging
- Semua VLAN ditag
- Frame tidak dimodifikasi
IEEE 802.1Q
- Open standar, kita dapat menggunakan switch vendor manapun
- Hanya bekerja di Ethernet
- Hanya menambahkan 4 byte ke dalam frame aslinya
- Tidak seperti ISL, 802.1Q tidak mengenkapsulasi frame, tetapi memodifikasi eksisting frame untuk menambahkan VLAN ID
Pada dasarnya konfigurasi switch hanya untuk satu buah VLAN, biasanya switch akan dikonfigurasi terlebih dahulu untuk memiliki dua interface atau lebih VLAN. Alasan kenapa harus menggunakan VLAN meliputi beberapa hal:
- Untuk melakukan pengelompokan pengguna yang dapat terkoneksi.
- Untuk mengurangi overhead pada perangkat LAN
- Mengurangi beban kerja STP dengan membatasi VLAN ke switch.
- Membuat keamanan yang lebih baik dengan mengisolasikan data sensitive.
- Memisahkan IP dari lalu lintas data.
Manfaat dari penggunaan VLAN:
- Keamanan: Data sensitive dapat diisolasi untuk satu VLAN (memisahkan dari jaringan).
- Pengurangan biaya.
- Efisiensi penggunaan bandwidth.
- Kinerja menjadi lebih tinggi karena membagi menjadi 2 buah layer jaringan menjadi broadcast domain.
Jenis-Jenis VLAN
Beberapa jenis VLAN didefinisikan oleh jenis lalu lintas yang mendukung. Jenis VLAN yaitu:
- Data VLAN: dikonfigurasikan untuk membawa lalu lintas hanya untuk user tertentu saja, memastikan bahwa suara dan manajemen lalu lintas dipisahkan dari lalu lintas data.
- Default VLAN: semua port dari switch pada dasarnya adalah anggota dari VLAN. VLAN default untuk switch Cisco adalah VLAN 1, VLAN 1 memiliki semua fitur dari setiap VLAN.
- Lubang Hitam VLAN: VLAN ini berbeda dari semua VLAN lain yang didefinisikan dalam LAN aktif. Semua port yang tidak terpakai ditugaskan untuk menjadi lbang hitam VLAN sehingga setiap perangkat yang tidak sah melakukan percobaan menghubungkan pada port switch akan dilarang untuk melakukan komunikasi.
- VLAN Voice: Fitur VLAN suara memungkinkan port switch untuk membawa lalu lintas suara dari Telepon IP. Administrator jaringan mengkonfigurasikan VLAN suara dan memberikan ke port akses.
Topologi
Menambahkan Interface VLAN di Mikrotik
Pertama, kita rubah identity terlebih dahulu pada mikrotik sesuai nama kelompok
[admin@MikroTik] > system identity set name=kelompok18
Kedua, kita konfigurasikan DHCP Client interface yang terhubung ke internet
[admin@kelompok18] > ip dhcp-client add interface=ether1 disabled=no
Rencana VLAN
| VLAN ID | Interface | Address |
| 10 | ether2 | 192.168.210.1/24 |
| 20 | ether2 | 192.168.220.1/24 |
| 30 | ether2 | 192.168.230.1/24 |
Kalau kita cek pada interface belum ada interface pada type hanya terdapat ethernet belum ada VLAN
[admin@kelompok18] > interface print
Flags: R - RUNNING
Columns: NAME, TYPE, ACTUAL-MTU, MAC-ADDRESS
# NAME TYPE ACTUAL-MTU MAC-ADDRESS
0 R ether1 ether 1500 50:AE:CF:00:02:00
1 R ether2 ether 1500 50:AE:CF:00:02:01
2 R ether3 ether 1500 50:AE:CF:00:02:02
3 R ether4 ether 1500 50:AE:CF:00:02:03|
Selanjutnya kita menambahkan interface VLAN ke dalam interface ether2
[admin@kelompok18] > interface vlan add vlan-id=10 interface=ether2
[admin@kelompok18] > interface vlan add vlan-id=20 interface=ether2
[admin@kelompok18] > interface vlan add vlan-id=30 interface=ether2
Jika kita cek pada interface akan bertambah
[admin@kelompok18] > interface print
Flags: R - RUNNING
Columns: NAME, TYPE, ACTUAL-MTU, MAC-ADDRESS
# NAME TYPE ACTUAL-MTU MAC-ADDRESS
0 R ether1 ether 1500 50:AE:CF:00:02:00
1 R ether2 ether 1500 50:AE:CF:00:02:01
2 R ether3 ether 1500 50:AE:CF:00:02:02
3 R ether4 ether 1500 50:AE:CF:00:02:03
4 R vlan1 vlan 1500 50:AE:CF:00:02:01
5 R vlan2 vlan 1500 50:AE:CF:00:02:01
6 R vlan3 vlan 1500 50:AE:CF:00:02:01
Untuk mengecek VLAN ID bisa menggunakan perintah
[admin@kelompok18] > interface vlan print
Flags: R - RUNNING
Columns: NAME, MTU, ARP, VLAN-ID, INTERFACE
# NAME MTU ARP VLAN-ID INTERFACE
0 R vlan1 1500 enabled 10 ether2
1 R vlan2 1500 enabled 20 ether2
2 R vlan3 1500 enabled 30 ether2
Langkah selanjutnya menambahkan IP pada setiap VLAN tersebut
[admin@kelompok18] > ip address add
address: 192.168.210.1/24
interface: vlan1
[admin@kelompok18] > ip address add
address: 192.168.220.1/24
interface: vlan2
[admin@kelompok18] > ip address add
address: 192.168.230.1/24
interface: vlan3
Untuk memverifikasi semua VLAN benar-benar telah ditambahkan IP bisa dicek
[admin@kelompok18] > ip address print
Flags: D - DYNAMIC
Columns: ADDRESS, NETWORK, INTERFACE
# ADDRESS NETWORK INTERFACE
0 D 192.168.123.207/24 192.168.123.0 ether1
1 192.168.210.1/24 192.168.210.0 vlan1
2 192.168.220.1/24 192.168.220.0 vlan2
3 192.168.230.1/24 192.168.230.0 vlan3
Lanjut, kita konfigurasi DHCP Server untuk setiap VLAN
[admin@kelompok18] > ip dhcp-server setup
Select interface to run DHCP server on
dhcp server interface: vlan1
Select network for DHCP addresses
dhcp address space: 192.168.210.0/24
Select gateway for given network
gateway for dhcp network: 192.168.210.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server
addresses to give out: 192.168.210.2-192.168.210.254
Select DNS servers
dns servers: 192.168.123.205
Select lease time
lease time: 10m
[admin@kelompok18] > ip dhcp-server setup
Select interface to run DHCP server on
dhcp server interface: vlan2
Select network for DHCP addresses
dhcp address space: 192.168.220.0/24
Select gateway for given network
gateway for dhcp network: 192.168.220.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server
addresses to give out: 192.168.220.2-192.168.220.254
Select DNS servers
dns servers: 192.168.123.205
Select lease time
lease time: 10m
[admin@kelompok18] > ip dhcp-server setup
Select interface to run DHCP server on
dhcp server interface: vlan3
Select network for DHCP addresses
dhcp address space: 192.168.230.0/24
Select gateway for given network
gateway for dhcp network: 192.168.230.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server
addresses to give out: 192.168.230.2-192.168.230.254
Select DNS servers
dns servers: 192.168.123.205
Select lease time
lease time: 10m
Konfigurasi DNS
[admin@kelompok18] > ip dns set allow-remote-requests=yes
[admin@kelompok18] > ip dns print
servers:
dynamic-servers: 192.168.123.205
use-doh-server:
verify-doh-cert: no
allow-remote-requests: yes
max-udp-packet-size: 4096
query-server-timeout: 2s
query-total-timeout: 10s
max-concurrent-queries: 100
max-concurrent-tcp-sessions: 20
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 28KiB
Konfigurasi firewall NAT
[admin@kelompok18] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
Sampai disini mikrotik sudah siap digunakan untuk mendistribusikan VLAN
Konfigurasi Switch Cisco
Masuk terlebih dahulu ke konfigurasi global
Switch>
Switch>enable
Switch#configure terminal
Switch(config)#
Tambahkan VLAN, sesuaikan ID VLAN yang terdapat pada mikrotik
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 20
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 30
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#
Rencana VLAN ID untuk PC
| Device | VLAN ID | Interface | Address |
| PC 1 | 10 | e0/1 | 192.168.210.0/24 |
| PC 2 | 20 | e0/2 | 192.168.220.0/24 |
| PC 3 | 30 | e0/3 | 192.168.230.0/24 |
Sebelumnya kita sudah membuat VLAN ID pada switch, tapi belum menentukan VLAN ID tersebut untuk interface mana?
Selanjutnya kita konfigurasikan sesuaikan dengan rencana diatas
Switch(config)#interface e0/1
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#
Switch(config)#interface e0/2
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 20
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#
Switch(config)#interface e0/3
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 30
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#exit
Pada topologi diatas switch yang menuju ke mikrotik menggunakan interface e0/0, artinya interface tersebut digunakan untuk menampung beberapa VLAN/banyak VLAN dalam satu interface, ini disebut juga dengan TRUNK, ini cara konfigurasinya
Switch(config)#interface e0/0
Switch(config-if)#switchport trunk encapsulation dot1q
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#
Konfigurasi masing-masing PC
Karena ini menggunakan DHCP server artinya IP dinamis maka untuk konfigurasi pada PC tinggal ketikkan “dhcp” lalu enter, jika dicoba berkali-kali masih gagal belum mendapatkan IP berarti masih ada yang salah dalam konfigurasi diatas, silahkan di ulang sampai bisa.